Komisi I tinjau pekerjaan pengasapalan jalan dipasar dan bangunan mushalla SMPN 1

Padang Panjang ,— Senin (1/2) Komisi I DPRD Padang Panjang lakukan tinjauan pelaksanaan pengaspalan di area pasar dan bangunan mushalla di SMP 1 Padang Panjang.
Tinjauan ini merupakan bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan salah satu mitra kerja Komisi I yakni Dinas PUPR Kota Padang Panjang.
Tampak hadir dalam tinjauan lapangan ini Ketua DPRD Mardiansyah, A.Md, Wakil Ketua DPRD Imbral, S.E, Ketua Komisi I Hukemri, Sekretaris Hendra Saputra, SH., dan Anggota Mahdelmi, S.Sos, Kiki Anugerah Dia,SE dan Herman, Assisten II Iriansyah Tanjung, SE, M.Si dan Kepala Dinas Pekerja Umum, Welda Yusar ST berserta jajaran.
Dalam tinjauan ini Ketua DPRD, Mardiansyah A.Md mempertanyakan terkait kondisi aspal yang tidak rata dalam pengerjaan. “ Kenapa kondisi jalan yang baru diaspal tidak rata, apa pelaksanaan pengaspalan dilaksanakan pada cuaca hujan ? “ tanyanya.
Menjawab pertanyaan itu Welda Yusar, ST, MT menyampaikan bahwa ada sebagian kecil permukaan jalan hasil pengaspalan yang tidak rata sehingga terjadi genangan setelah hujan, hal tersebut telah diatasi dengan melapis ulang di segmen tersebut. Begitu juga untuk permukaan yg dominan kasar yang akan sulit menyatu walaupun sudah ada lalu lintas kendaraan, dilakuan pelapisan dg material halus(sand sheet).
“Secara keseluruhan, pengaspalan dilaksanakan dalam kondisi cuaca tidak hujan. Jikapun turun hujan, maka proses penghamparan aspal distop menunggu hujan berhenti, tapi proses pemadatan terhadap aspal yang telah terhampar tetap dilanjutkan” terang Welda.
Terpisah, Ketua Komisi I, Hukemri juga mempertanyakan adanya masyarakat yang rumahnya terdampak banjir akibat pengerjaan pengasapalan diseputaran pasar Padang Panjang. “Melihat kondisi eksisting dimana pada pangkal saluran air yang tidak memiliki saringan, tentu hal ini akan menyebabkan saluran tersumbat sehingga dengan curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tidak tertampungnya air pada saluran dan akan melimpah ke rumah masyarakat, hal ini perlu mendapat perhatian serius dari Dinas PUPR” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut Dinas PUPR membenarkan adanya keluhan masyarakat yang rumahnya terdampak pada saat pengerjaan saluran baru, hal tersebut telah diatasi dengan memasang pipa buangan saluran baru ke saluran lama. Sehingga tidak terjadi lagi limpasan air ke rumah warga tersebut. Saat ini terjadi rembesan dari titik pemasangan pipa, dan pipa yang tersumbat. “Hal tersebut akan kita atasi dengan memasang penyaring di pangkal pipa, dan menyempurnakan sambungan antaran saluran baru dengan pipa, dan halaman bagian samping rumah warga yang terdampak juga akan ditinggikan dengan dicor” tambah Welda yang didampingi Kabid CK, Andri ST.
Dalam kunjungan ke SMP 1 Kota Padang Panjang, Komisi I meninjau mushalla yang belum tuntas pengerjaannya dan belum termanfaatkan secara maksimal.
Assisten II, Iriansyah Tanjung, SE, M.Si menjelaskan kondisi ini terjadi disebabkan tidak selesainya pekerjaan oleh pelaksana pekerjaan pada tahun anggaran 2013 lalu.
Hendra Saptra, SH menyayangkan kenapa hal ini harus dibiarkan berlarut-larut dan harus ada tindak lanjut dari Pemko terkait permasalahan ini. “Kami minta kepada Dinas PUPR untuk melakukan penilaian serta penghitungan struktur kondisi eksisting dan meminta kepada Inspektorat untuk memberikan legal opinion terkait permasalahan ini, sehingga rencana penyelesaian pekerjaan dapat dianggarkan dan pelaksanaan lanjutan pembangunan nantinya tidak berakibat permasalahan hukum dikemudian hari” terang Hendra.
Dengan adanya tindaklanjut dari Pemko terkait permasalahan ini, akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang Panjang dan untuk bangunan mushalla di SMP 1 Kota Padang Panjang agar dapat diselesaikan segera sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa/siswi kita serta para guru dan pegawai dilingkungan SMP 1, harap Mardiansyah diujung kunjungan lapangan ini.(Hms Dprd)